Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan perempuan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan berperan besar dalam menjaga kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga menopang perekonomian keluarga,” katanya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hampir separuh penduduk Indonesia merupakan perempuan. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan dinilai penting agar keluarga mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk penggunaan media sosial dan teknologi digital.
Di era digital saat ini, para ibu juga menghadapi tantangan baru dalam mendampingi anak-anak agar tidak terpapar konten negatif maupun kekerasan di dunia maya. Literasi digital pun dinilai menjadi kebutuhan penting bagi perempuan sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga.
Menteri PPPA mengingatkan penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu berbagai persoalan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat lebih dari 35 ribu kasus kekerasan, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak.