GAYA hidup modern yang serba cepat dan praktis membuat banyak anak muda tanpa sadar menjalani kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan. Salah satu dampak yang kini semakin mengkhawatirkan adalah meningkatnya kasus diabetes pada usia produktif.
Jika dulu diabetes identik dengan usia lanjut, kini pola hidup tidak sehat membuat anak muda juga rentan mengalaminya. Utamanya jenis Diabetes Tipe 2.
Berikut 5 Gaya Hidup yang Bisa Picu Risiko Diabetes pada Anak Muda:
Minuman manis seperti boba, kopi susu kekinian, hingga soda menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Asupan gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan lama-kelamaan memicu resistensi insulin, kondisi awal menuju diabetes.
Kebiasaan duduk lama, baik saat bekerja, belajar, atau bermain gadget, membuat tubuh jarang bergerak. Padahal, aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi. Minim gerak membuat gula darah lebih mudah menumpuk.
Sering mengonsumsi makanan cepat saji tinggi lemak, garam, dan kalori tanpa diimbangi serat dari sayur dan buah dapat memperburuk metabolisme tubuh. Pola makan seperti ini juga berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Begadang atau kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan gula darah. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.
Tekanan pekerjaan, akademik, hingga masalah sosial dapat memicu stres kronis. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah jika terjadi terus-menerus.
(Djanti Virantika)