Sering mengonsumsi makanan cepat saji tinggi lemak, garam, dan kalori tanpa diimbangi serat dari sayur dan buah dapat memperburuk metabolisme tubuh. Pola makan seperti ini juga berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Begadang atau kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan gula darah. Studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.
Tekanan pekerjaan, akademik, hingga masalah sosial dapat memicu stres kronis. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah jika terjadi terus-menerus.
(Djanti Virantika)