JAKARTA - Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024 mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan diabetes membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kondisi diabetes itu sering memunculkan pemahaman bahwa pasien harus membatasi konsumsi gula tambahan untuk menjaga gula darah mereka. Bahkan pasien diabetes juga kerap dilarang untuk tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali. Mitos atau fakta?
Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof. Em Yunir, mengatakan bahwa pemahaman tersebut hanyalah mitos semata. Ia mengatakan pasien diabetes tetap bisa mengonsumsi asupan gula, namun tetap perlu dikontrol.
“Penderita diabetes masih boleh mengonsumsi gula, tapi dengan batasan atau dalam jumlah kecil, masih diperbolehkan. Pasien juga bisa menggunakan pemanis rendah kalori. Gula dalam masakan juga diperbolehkan selama masih dalam jumlah aman,” ungkap Prof. Em Yunir saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Prof. Em Yunir juga mengatakan diabetes terjadi akibat pola hidup dan juga faktor genetik. Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu faktor penyakit diabetes mengintai.