Hantavirus menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi melalui udara (inhalasi partikel) atau, meski jarang, melalui gigitan hewan.
Sarathkumara menyebut kelompok yang paling berisiko adalah masyarakat yang sering terpapar lingkungan dengan populasi tikus tinggi, seperti di sektor pertanian.
Ahli virologi dari Universitas Monash Malaysia, Vinod Balasubramaniam menjelaskan bahwa hantavirus umumnya tidak mudah menular antar manusia seperti flu atau COVID-19.
Secara umum, terdapat dua jenis utama hantavirus:
“Hantavirus dunia baru menyebabkan sindrom paru-paru yang berkembang sangat cepat dan gagal pernapasan,” kata Balasubramaniam.