JAKARTA - Wabah virus Nipah yang mematikan di India telah membuat banyak negara di Asia bersiaga. Mengingat tingkat kematian virus Nipah pada manusia dapat berkisar antara 40% hingga 75%.
Beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, hingga Singapura mulai memperketat protokol kesehatan di bandara. Meski belum ada kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati demi mencegah risiko penularan virus Nipah.
Penyakit virus Nipah merupakan salah satu jenis penyakit infeksi emerging yang perlu mendapatkan perhatian, terutama untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Penyakit virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) dan menular antarmanusia. Virus Nipah dapat menyebabkan keparahan hingga kematian pada hewan maupun manusia.
Dokter Spesialis Paru, dr. Wisnu Kuncoromurti, Sp.P, M.Biomed, FISR, menjelaskan gejala awal yang dialami saat terkena virus Nipah adalah demam. Kemudian muncul gejala lanjutan seperti nyeri otot, muntah, hingga sakit kepala.
“Setelah gejala awal, baru mulai menyerang, misalnya kalau paru berarti mulai batuk-batuk, sesak, lalu menjadi pneumonia,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).

Selain paru, virus Nipah juga bisa menyerang organ lain seperti otak, ginjal, hingga lambung. Jika terjadi infeksi menyeluruh, kata dr. Wisnu, kondisi tersebut bisa menyebabkan sepsis.