JAKARTA - Kita semua pernah berada di titik ketika emosi terasa begitu kuat, namun alih-alih mengekspresikannya, justru disimpan sendiri. Cara ini memang terlihat aman, seolah kita sedang menghindari konflik atau terlihat kuat. Padahal, kebiasaan memendam emosi justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Coba ingat momen saat Anda tersenyum di tengah kesedihan, lalu tiba-tiba menangis karena hal kecil. Atau ketika menahan rasa kesal, namun akhirnya meledak karena hal sepele. Itu adalah contoh bagaimana emosi yang dipendam bisa muncul secara tidak terkontrol.
Intinya, memendam emosi membuat kita sulit menyampaikan kebutuhan dan menghambat hubungan yang sehat dengan orang lain. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik.
Ada banyak alasan seseorang memilih menekan perasaan. Mulai dari ingin segera melewati situasi, merasa emosi tidak penting, hingga ingin menjaga hubungan tetap berjalan baik.
Namun pada akhirnya, alasan utamanya sederhana: memendam emosi terasa lebih mudah dan aman.
"Alasan mengapa kita terkadang atau sering kali memendam emosi kita bisa bermacam-macam, tetapi semuanya tampaknya berakar dari rasa takut akan kerentanan. Karena rasa takut inilah, kita bereaksi melalui tindakan emosional yang melindungi diri," kata Dr. Colleen Mullen, PsyD, LMFT dilansir dari Verywell Mind.