JAKARTA – Mengelola asam lambung tidak hanya soal menghindari makanan tertentu, tetapi juga memilih minuman yang tepat. Kesalahan dalam memilih minuman dapat memicu gejala seperti mual, batuk, hingga sensasi terbakar di dada atau GERD.
Agar kondisi tidak semakin parah, ada beberapa jenis minuman yang dinilai lebih aman dan bahkan dapat membantu meredakan gejala. Berikut di antaranya:
1. Teh herbal tanpa kafein
Teh herbal bisa menjadi pilihan untuk membantu menenangkan sistem pencernaan. Beberapa jenis seperti chamomile dan licorice dikenal dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran cerna. Licorice, misalnya, diyakini mampu meningkatkan lapisan pelindung di kerongkongan sehingga lebih tahan terhadap asam lambung. Namun, tidak semua teh herbal cocok peppermint justru dapat memicu gejala pada sebagian orang.
2. Jus buah dan sayur rendah asam
Penderita asam lambung sebaiknya menghindari jus dari buah dengan kadar asam tinggi seperti jeruk atau nanas. Sebagai alternatif, pilih jus dari bahan yang lebih ramah di lambung seperti wortel, bayam, mentimun, atau buah seperti semangka dan pir. Selain menyegarkan, pilihan ini cenderung lebih aman bagi sistem pencernaan.
3. Air putih
Air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh. Minum cukup air dapat membantu menetralkan asam dalam lambung. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Umumnya, kebutuhan cairan harian sekitar dua liter atau delapan gelas, tergantung kondisi masing-masing individu.
4. Air kelapa
Air kelapa dikenal memiliki kandungan kalium yang dapat membantu menjaga keseimbangan pH tubuh. Minuman ini juga bisa membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung serta mencegah dehidrasi, terutama saat gejala seperti mual atau muntah muncul.
Memilih minuman yang tepat bisa menjadi langkah sederhana namun penting dalam mengelola asam lambung. Jika gejala sering kambuh atau terasa berat, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)