Efek jangka panjangnya, kondisi ini juga berdampak pada perkembangan otak. Menurut dr. Luciana, jika tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup, maka otak juga tidak akan berkembang optimal.
“Banyak yang tanya makanan apa supaya anak pintar. Padahal harus diingat, otak itu ada di dalam tubuh. Kalau tubuhnya tidak cukup gizinya, otaknya juga tidak berkembang,” tambahnya.
Untuk itu, ia menekankan bahwa orang tua harus memperhatikan kualitas asupan makanan anak. Gizi seimbang sangat dibutuhkan, dengan pola makan yang mencakup protein, zat besi, karbohidrat, dan vitamin C sebagai pondasi utama agar anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan optimal secara kognitif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)