Pasalnya, zat besi berperan penting dalam mendukung fungsi otak. Ketika asupannya kurang, kemampuan kognitif anak pun ikut terdampak, termasuk daya konsentrasi dan kemampuan belajar.
Kekurangan zat besi juga dapat memicu penurunan nafsu makan. Akibatnya, asupan kalori dan protein ikut berkurang.
Kondisi ini membuat anak menjadi lebih mudah sakit karena daya tahan tubuh menurun. Selain itu, anak juga semakin sulit makan, yang akhirnya mengganggu pertumbuhan dan perkembangan.
“Ini seperti lingkaran setan. Kalau tidak diputus, dampaknya bisa panjang,” jelasnya.
Selain zat besi, protein juga menjadi kunci penting dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan protein dapat membuat anak sulit bertambah tinggi dan berat badan.