Selang waktu wawancara 1 dan 2 selama 1 bulan. Wawancara 1 dilakukan pada 17 November - 15 Desember 2025, dan wawancara 2 dilakukan pada 16 Desember - 14 Januari 2026.
Deni menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ada sekitar 1 persen warga memiliki kesehatan mental dan emosional yang sangat buruk (skor di bawah 25 dalam skala 0-100), 9 persen cukup buruk (skor 25-50), 48 persen cukup baik (skor 50-75) dan 42 persen sangat baik (skor 75-100). Dalam skala 0-100, di mana 0 berarti sangat buruk dan 100 berarti sangat baik, rata-rata skor kesehatan mental dan emosional warga adalah 71.2, yang berarti secara umum cukup baik.
Dalam satu bulan periode penelitian, lanjut Deni, skor kesehatan mental dan emosional di kelompok Kontrol cenderung turun dari 71.1 di Survei pertama menjadi 70.4 di Survei kedua. Dalam periode yang sama, skor di kelompok T1 cenderung stabil dari 71.7 menjadi 71.8, sementara skor di kelompok T2 cenderung naik dari 71.3 menjadi 72.2. Selisih skor antara kelompok T1 dan Kontrol berubah dari +0.6 di Survei pertama menjadi +1.4 (naik 0.8 poin) di Survei kedua. Sementara selisih skor antara T2 dan Kontrol berubah dari +0.2 menjadi +1.8 (naik 1.6 poin).
“Data ini menunjukkan deaktivasi media sosial, terutama jika dilakukan bersama seluruh anggota keluarga, terlihat berdampak meningkatkan Kesehatan mental dan emosional,” tutup Deni.
(Rani Hardjanti)