Riset : Berhenti dari Media Sosial Bersama Keluarga Bikin Mental Lebih Sehat

Rani Hardjanti, Jurnalis
Senin 16 Maret 2026 19:56 WIB
Riset : Berhenti dari Media Sosial Bersama Keluarga Bikin Mental Lebih Sehat. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Berhenti menggunakan media sosial secara kolektif bersama keluarga membuat mental lebih sehat. Kesimpulan ini berdasarkan temuan studi yang dilakukan Princeton University Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). 

Dikutip dari Youtube SMRC TV, Selasa (16/3/2026), Professor Nicholas Kuipers dari Princeton University menyatakan bahwa studi ini bertujuan untuk mencari penjelasan ilmiah dan meyakinkan tentang pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi temuan survei bertajuk “Efek Media Sosial terhadap Kesehatan Mental” menjelaskan bahwa survei ini menggunakan metode eksperimental terhadap populasi pengguna media sosial di 30 ibukota provinsi di Indonesia. 

Sampel sebanyak 1502 responden dipilih secara acak (stratified multistage random sampling) dan diwawancara online 2 kali dalam bentuk panel. Wawancara pertama dilakukan ketika responden dalam keadaan biasa beraktivitas dengan medsos mereka. Kemudian responden-responden tersebut dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok, yakni kelompok responden yang diminta untuk menghentikan penggunaan medsos setelah wawancara pertama sampai wawancara kedua (Kelompok T1), kelompok responden yang diminta bersama-sama dengan semua anggota rumah tangga untuk tidak menggunakan medsos setelah wawancara pertama sampai wawancara kedua (Kelompok T2), kelompok responden yang tetap dipersilakan menggunakan medsos seperti biasa sejak wawancara pertama sampai wawancara kedua (Kelompok Kontrol). 

 


Selang waktu wawancara 1 dan 2 selama 1 bulan. Wawancara 1 dilakukan pada 17 November - 15 Desember 2025, dan wawancara 2 dilakukan pada 16 Desember - 14 Januari 2026. 

Deni menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ada sekitar 1 persen warga memiliki kesehatan mental dan emosional yang sangat buruk (skor di bawah 25 dalam skala 0-100), 9 persen cukup buruk (skor 25-50), 48 persen cukup baik (skor 50-75) dan 42 persen sangat baik (skor 75-100). Dalam skala 0-100, di mana 0 berarti sangat buruk dan 100 berarti sangat baik, rata-rata skor kesehatan mental dan emosional warga adalah 71.2, yang berarti secara umum cukup baik.

Dalam satu bulan periode penelitian, lanjut Deni, skor kesehatan mental dan emosional di kelompok Kontrol cenderung turun dari 71.1 di Survei pertama menjadi 70.4 di Survei kedua. Dalam periode yang sama, skor di kelompok T1 cenderung stabil dari 71.7 menjadi 71.8, sementara skor di kelompok T2 cenderung naik dari 71.3 menjadi 72.2. Selisih skor antara kelompok T1 dan Kontrol berubah dari +0.6 di Survei pertama menjadi +1.4 (naik 0.8 poin) di Survei kedua. Sementara selisih skor antara T2 dan Kontrol berubah dari +0.2 menjadi +1.8 (naik 1.6 poin). 

“Data ini menunjukkan deaktivasi media sosial, terutama jika dilakukan bersama seluruh anggota keluarga, terlihat berdampak meningkatkan Kesehatan mental dan emosional,” tutup Deni.
 

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya