JAKARTA – Rasa kantuk sering muncul saat menjalani puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini cukup umum terjadi karena tubuh mengalami perubahan pola makan, jam tidur, dan metabolisme selama berpuasa.
Meski tergolong wajar, rasa kantuk berlebihan sebenarnya bisa dikurangi jika pola makan dan pola istirahat dijaga dengan baik. Beberapa faktor seperti lonjakan gula darah, kurangnya asupan energi, hingga kualitas tidur yang buruk dapat memicu tubuh terasa lebih lemas dan mengantuk sepanjang hari.
1. Terlalu Kenyang Saat Sahur
Banyak orang mengira makan dalam jumlah besar saat sahur akan membuat tubuh lebih kuat menahan lapar. Padahal, beberapa jenis makanan memiliki indeks glikemik tinggi yang cepat diubah menjadi gula dalam darah.
Ketika kadar gula darah naik terlalu cepat, tubuh akan merespons dengan memproduksi hormon Insulin dalam jumlah besar. Setelah itu, gula darah bisa turun dengan cepat sehingga memicu rasa lemas dan kantuk di siang hari.
2. Tidak Sahur
Melewatkan sahur juga menjadi salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa. Tanpa sahur, tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk beraktivitas sepanjang hari.
Akibatnya, tubuh lebih cepat kehabisan energi sehingga rasa mengantuk muncul lebih awal. Karena itu, sahur sebaiknya tetap dilakukan dengan menu yang seimbang, seperti makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama.
3. Terlalu Banyak Tidur
Sebagian orang mengira memperbanyak tidur saat puasa bisa menghemat energi. Namun, tidur terlalu lama justru dapat membuat tubuh terasa lebih lemas dan tidak bertenaga.
Tidur siang sebenarnya boleh dilakukan, terutama jika waktu tidur malam berkurang karena bangun sahur. Namun disarankan cukup melakukan power nap selama 10–15 menit agar tubuh kembali segar tanpa membuat tubuh terasa berat.
4. Kurang Tidur dan Kelelahan
Perubahan jadwal tidur selama Ramadan juga dapat memicu rasa kantuk. Bangun lebih awal untuk sahur sering membuat waktu tidur malam berkurang.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus tanpa diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup, tubuh akan mengalami kelelahan sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul saat beraktivitas di siang hari.
Karena itu, menjaga kualitas tidur tetap penting selama Ramadan, misalnya dengan tidur lebih awal atau menyempatkan tidur siang singkat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)