JAKARTA – Buah kurma menjadi salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadan. Selain rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang tinggi, kurma juga sering dianjurkan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Meski terlihat bersih, ternyata ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya, yakni mencuci kurma terlebih dahulu.
Seorang konten kreator yang juga mengklaim dirinya sebagai Duta Kurma Indonesia, Ahmad Bagarib, menjelaskan bahwa kurma yang tampak mengilap belum tentu sepenuhnya bersih. Hal ini karena buah tersebut melewati proses panjang sebelum sampai ke tangan konsumen.
Menurutnya, selama proses pascapanen, kurma melalui berbagai tahapan di ruang terbuka, seperti penjemuran di bawah sinar matahari, penyortiran, hingga proses pengemasan dan distribusi. Dalam setiap tahap tersebut, debu, kotoran, maupun polutan lain berpotensi menempel pada permukaan buah.
“Banyak orang mengira kurma yang terlihat bersih pasti sudah higienis. Padahal selama proses panen hingga distribusi, ada kemungkinan debu dan kotoran menempel pada buah tersebut,” ujarnya dalam sebuah video di media sosial.
Selain debu, kemungkinan adanya residu pestisida juga menjadi alasan lain mengapa kurma sebaiknya dicuci sebelum dimakan. Karena itu, membersihkan kurma dengan air mengalir dianggap sebagai langkah sederhana untuk menjaga kebersihan makanan.