Kisah Bayi Monyet Punch di Jepang yang Sempat Ditolak Induknya, Kini Punya Ibu Asuh

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 27 Februari 2026 10:20 WIB
Kisah Bayi Monyet Punch di Jepang yang Sempat Ditolak Induknya, Kini Punya Ibu Asuh (Foto: X)
Share :

JAKARTA Viral seekor bayi monyet makaka Jepang di Kebun Binatang Kota Ichikawa menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Bayi monyet bernama Punch itu diketahui sempat ditolak oleh induknya tidak lama setelah dilahirkan.

Foto-foto yang memperlihatkan Punch memeluk boneka orangutan berbulu sebagai pengganti induk menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam sejumlah potret, Punch tampak meringkuk sambil menggenggam boneka tersebut, seolah mencari kehangatan dan rasa aman. Tagar #HangInTherePunch pun ramai digunakan warganet yang menyampaikan dukungan dan simpati.

Fenomena ini memunculkan gelombang empati dari pengguna media sosial di berbagai negara. Banyak yang mengaku terharu melihat bayi makaka itu berusaha mendapatkan kenyamanan dari benda tak bernyawa. Namun di balik kisah yang menyentuh tersebut, terdapat penjelasan ilmiah mengenai perilaku primata yang membutuhkan kontak fisik untuk rasa aman dan perkembangan sosialnya.

Perjalanan Punch Sejak Lahir

Kisah Punch terjadi di Kebun Binatang Ichikawa, Prefektur Chiba, Jepang. Sejak hari-hari awal kelahirannya, Punch tidak mendapatkan perawatan langsung dari induk kandungnya. Untuk membantu memenuhi kebutuhan emosionalnya, pihak kebun binatang menyediakan boneka berbulu yang dapat dipeluknya.

Belakangan, kabar menggembirakan datang dari akun media sosial resmi kebun binatang tersebut. Dalam unggahan terbaru, Punch terlihat mulai diterima oleh koloni monyet lainnya. Bayi makaka yang sempat dijuluki “Naruto Monkey” oleh warganet merujuk pada karakter Naruto Uzumaki yang dikisahkan tumbuh dalam keterasingan kini tampak berinteraksi dengan anggota kelompoknya.

Dalam video yang diunggah akun X @ichikawa_zoo, Punch terlihat tenang saat seekor monyet dewasa mengelus dan membersihkan tubuhnya. Perilaku mencari kutu atau grooming tersebut merupakan bentuk interaksi sosial penting dalam kelompok primata dan menjadi tanda penerimaan dalam koloni.

Saat ini, Punch dilaporkan memiliki berat sekitar dua kilogram dan menunjukkan perkembangan yang baik. Momen penerimaan tersebut menjadi pertanda bahwa ia telah mendapatkan figur pengasuh baru yang memberinya rasa aman dan kehangatan yang dibutuhkan.

Kisah Punch tak hanya menyentuh emosi publik, tetapi juga menggambarkan dinamika sosial dalam dunia satwa, khususnya primata, yang sangat bergantung pada kedekatan fisik dan hubungan kelompok untuk tumbuh dan berkembang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya