Shireen menyarankan, alangkah baiknya makanan yang lebih ramah cerna dikonsumsi saat sahur. Hal itu dilakukan guna menjaga stabilitas lambung. Selain itu, komposisi utama juga harus diperhatikan berupa karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau ubi dengan porsi sekitar 45-50 persen. Pilihan ini dianggap sangat efektif karena dapat membuat energi stabil dan tidak cepat lapar.
Selain karbohidrat, asupan protein rendah lemak seperti telur rebus, ayam kukus, dan tahu tempe juga memegang peranan penting agar tubuh merasa kenyang lebih lama. Tidak hanya itu, asupan serat dari sayuran yang lembut dan hidrasi yang cukup melalui 500-600 ml air putih juga sangat dianjurkan.
“Kombinasi ini membantu energi tahan lama tanpa membebani lambung," pungkas dia.
Langkah-langkah tersebut menjadi tips dan saran dari Shireen agar makan sahur lebih sehat dan berkualitas. Sehingga, puasa dapat dijalankan dengan nyaman hingga waktu berbuka tiba.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)