Ade menyarankan agar masyarakat menghindari karbohidrat saat sahur. Sebagai penggantinya, masyarakat bisa mengonsumsi nutrisi yang lebih lambat dicerna dan tidak memicu lonjakan insulin secara drastis, seperti protein dan lemak sehat.
“Tapi kalau saya berbicara secara strategi kesehatan, kalau berkenan teman-teman jangan masukkan karbo. Jadi kalau teman-teman mau masukinnya berarti apa? Masukinnya bisa protein, bisa lemak,” ucap dia.
Makanan yang mengandung protein dan lemak sehat itu diantaranya seperti telur, ayam, atau ikan menjadi opsi sumber energi yang jauh lebih stabil untuk tubuh tanpa menimbulkan rasa lemas yang berlebihan akibat fluktuasi gula darah.
“Nah, idealnya yang paling gampang itu adalah biasanya udah pasti telur. Tapi kalau bisa jangan masukin karbo," cetus Ade.
Ia menjelaskan, strategi tersebut berasal dari perhitungan durasi jeda makan. Dengan mengonsumsi karbohidrat terakhir pada malam hari (sekitar pukul 22.00) dan tidak menambahkannya lagi saat sahur, maka tubuh akan memiliki jeda waktu yang sangat panjang agar tidak terjadi lonjakan gula darah.