“Nah, kemudian jangan lupa untuk nutrisinya ya atau intake-nya. Jangan lupa untuk selalu konsumsi cairan dengan baik, kemudian nutrisi yang baik ya, ketika sahur dan berbuka,” ujar dr. Ikhwan.
Selain itu, ia juga menyarankan agar menjaga kualitas dan kuantitas tidur jika memang berencana melakukan aktivitas olahraga saat berpuasa. Hal ini menjadi salah satu faktor utama karena waktu tidur saat berpuasa kerap terganggu akibat aktivitas ibadah malam atau keharusan bangun lebih awal untuk sahur.
“Nah, itu dilihat juga tidurnya. Apakah perlu dipertimbangkan misalnya power nap, ya, tidur 20 menit atau 30 menit, atau mencuri waktu istirahat di siang hari. Kemudian diatur supaya nanti kualitas tidurnya itu tidak memengaruhi latihan,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pengaturan volume latihan yang bijak, nutrisi yang tepat, serta istirahat yang cukup, kebugaran tubuh tetap dapat terjaga optimal sepanjang bulan suci dan tubuh tidak akan cepat lelah meski tetap melakukan aktivitas olahraga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)