Masyarakat Mulai Melek Gaya Hidup Sehat, Industri Obat Tradisional dan Produk Herbal Meningkat

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 22:59 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Industri obat tradisional dan produk herbal di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Didukung kekayaan biodiversitas yang termasuk terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan dalam pengembangan produk kesehatan berbasis alam. 

Pemanfaatan bahan baku lokal pun kini tidak lagi dipandang sekadar pengobatan alternatif, melainkan sebagai komoditas ekonomi bernilai tinggi bagi pasar domestik.

Penerimaan masyarakat terhadap produk herbal turut dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi mengenai khasiat tanaman seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Dengan proses produksi yang terstandarisasi, penggunaan bahan alami dinilai dapat meminimalkan risiko efek samping. 

Tren ini mendorong inovasi dalam berbagai bentuk produk modern, mulai dari kapsul dan cairan obat dalam hingga produk kecantikan berbasis herbal.

Namun, tantangan tetap ada. Produk herbal impor yang tidak transparan dalam pencantuman label dan komposisi masih ditemukan di pasar domestik.

Kondisi ini menuntut peningkatan edukasi agar konsumen lebih selektif memilih produk yang telah terverifikasi keamanannya, sehingga terhindar dari risiko kandungan bahan kimia tersembunyi.

Di tengah dinamika tersebut, penguatan industri herbal lokal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan sektor kesehatan. Dukungan terhadap bahan baku dalam negeri tidak hanya berdampak pada kualitas produk, tetapi juga menggerakkan ekonomi petani dan pelaku usaha. Dengan standarisasi yang ketat, produk herbal lokal memiliki peluang besar untuk menguasai pasar nasional.

Geliat industri ini salah satunya dibuktikan oleh perjalanan M.Habibur Rohman, pendiri CV Surakarta Herbal. Ia memulai perjalanan bisnisnya dari sebuah kamar kos di Solo pada tahun 2020. 

Keputusan Habibur untuk terjun ke dunia herbal dipicu oleh keresahannya melihat banyaknya produk impor di pasar Indonesia yang kredibilitas kandungannya masih dipertanyakan dan sulit dipahami oleh masyarakat luas.

Habibur mengungkapkan bahwa kekhawatirannya didasari pada perlindungan konsumen. 

"Produk herbal dari luar negeri mereknya saja kita tidak bisa baca, apalagi kandungannya. Belum tentu aman digunakan masyarakat. Dari situ saya bertekad menjual herbal asli Indonesia," ujar Habibur.

Tekad untuk mengangkat marwah herbal lokal tersebut kini telah membuahkan hasil nyata. Dalam kurun waktu lima tahun, CV Surakarta Herbal berkembang pesat dari usaha yang hanya memiliki satu produk menjadi perusahaan multi-brand. 

Perusahaan ini kini menaungi beberapa lini herbal yang seluruhnya berbasis bahan baku lokal, dengan komitmen kuat pada jaminan keamanan produk bagi para konsumennya.

Selain fokus pada pengembangan produk, perusahaan ini memiliki keunikan pada model operasionalnya. CV Surakarta Herbal menerapkan sistem kerja 100% remote, di mana seluruh tim bekerja dari berbagai kota di Indonesia tanpa adanya kantor fisik. Habibur menekankan bahwa pendekatan ini merupakan strategi untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi talenta muda berbakat di daerah.

Habibur menyebut pendekatan remote ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi talenta muda di berbagai daerah yang selama ini terbatas akses terhadap lapangan kerja formal. 

Dengan memanfaatkan teknologi, ia membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan modal awal bukanlah penghalang untuk membangun ekosistem bisnis yang solid dan kompetitif di era digital.

Kisah sukses yang bermula dari Solo ini menjadi pelajaran penting bagi para pelaku UMKM bahwa inovasi dan konsistensi adalah kunci utama. 

Habibur menegaskan bahwa misi utamanya bukan sekadar mencari keuntungan bisnis semata, melainkan memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan kekayaan sumber daya herbal Indonesia agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat dan tidak kalah bersaing dengan gempuran produk asing.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya