JAKARTA - Sebagian besar umat Muslim di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan maupun minuman. Hal itu menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa sebab keseimbangan cairan tubuh harus tetap terjaga.
Selama berpuasa, tubuh manusia secara alami terus mengeluarkan cairan melalui keringat, pernapasan, dan urine. Tanpa adanya asupan cairan di siang hari seperti saat berpuasa, maka tubuh kita akan mengalami dehidrasi ringan dan membuat kita cepat haus.
Rasa haus yang muncul adalah sinyal dari tubuh bahwa cadangan cairan kita mulai menipis. Lalu, bagaimana cara kita menyiasatinya agar tubuh tetap segar dan tidak cepat merasa haus? Berikut adalah panduan praktis menjaga hidrasi selama bulan Ramadhan.
Mengutip dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, air putih menjadi minuman yang sangat disarankan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Kurangi atau bahkan hindari minuman dengan kandungan kafein seperti kopi, teh, dan soda yang bersifat diuretik. Minuman tersebut berpotensi memicu frekuensi buang air kecil lebih sering yang berujung pada dehidrasi.
Jika merasa bosan dengan air putih, jus tanpa pemanis atau susu rendah kalori bisa menjadi opsi lain supaya tubuh Anda mendapat cairan yang cukup sebagai bekal saat berpuasa.
Rasa haus yang muncul saat berpuasa tidak hanya disebabkan kurangnya cairan tubuh akibat minimnya konsumsi air, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi.
Maka dari itu, sangat disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan air saat sahur maupun berbuka. Seperti semangka, labu, bayam, dan mentimun yang merupakan sumber cairan alami yang baik.
Ketika berbuka puasa, makanan berkuah bisa menjadi pilihan, seperti kaldu, sup, atau rebusan untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang secara lebih cepat.
Mengutip dari American Society for Nutrition (nutrition.org), garam diketahui menjadi salah satu pemicu utama rasa haus yang intens. Maka dari itu, menghindari konsumsi garam berlebihan saat sahur dan berbuka menjadi rekomendasi. Sebab, garam akan merangsang tubuh untuk membutuhkan lebih banyak air di siang hari.
Sahur menjadi momen untuk membangun fondasi energi dan hidrasi sebelum berpuasa. Makan sahur yang sehat dapat menyediakan cadangan cairan dan energi yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan hingga matahari terbenam.
Dengan mengikuti pola makan dan minum yang tepat, ibadah puasa Anda tidak hanya akan berjalan lancar secara spiritual, tetapi tubuh pun akan tetap bugar dan terhidrasi dengan baik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)