JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam di Indonesia memiliki tradisi ziarah kubur. Ziarah ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memiliki nilai ibadah sebagai pengingat kematian serta sarana mendoakan keluarga dan kerabat yang telah wafat.
Tradisi ini telah lama diterapkan dan menjadi kegiatan yang tak ketinggalan dilakukan masyarakat Tanah Air ketika bulan Ramadhan semakin dekat.
Agar ziarah kubur bernilai ibadah dan sesuai tuntunan Islam, berikut empat tata cara ziarah kubur jelang Ramadhan yang perlu diperhatikan, dikutip dari laman NU, Minggu (8/2/2026).
1. Meluruskan Niat Ziarah Kubur
Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum ziarah kubur adalah niat. Ziarah dilakukan semata-mata untuk mengingat kematian, mengambil pelajaran, dan mendoakan ahli kubur, bukan untuk meminta sesuatu kepada mereka. Niat yang lurus akan menjadikan ziarah kubur sebagai ibadah yang mendatangkan pahala, terutama sebagai persiapan batin menyambut Ramadhan.
2. Mengucapkan Salam Saat Memasuki Makam
Ketika tiba di area pemakaman, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Salam ini merupakan bentuk adab dan doa agar penghuni kubur diberikan keselamatan serta rahmat oleh Allah SWT. Mengucapkan salam juga mengingatkan peziarah bahwa kelak setiap manusia akan mengalami kematian.