Kenapa Hari Imlek Selalu Jatuh di Tanggal Berbeda? Ini Penjelasannya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 09:07 WIB
Kenapa Hari Imlek Selalu Jatuh di Tanggal Berbeda? Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Kenapa Hari Imlek selalu jatuh di tanggal berbeda? Ini penjelasannya. Tahun Baru Imlek dirayakan karena didasarkan pada kalender lunisolar Tiongkok, yang selaras dengan fase bulan dan tahun matahari inilah sebabnya Tahun Baru Imlek dirayakan pada tanggal yang berubah setiap tahunnya, biasanya antara 21 Januari dan 20 Februari.

Festival ini menandai awal tahun baru lunar dan memiliki akar yang dalam dalam siklus pertanian, penghormatan leluhur, dan tradisi mitologi, terutama pertempuran legendaris melawan binatang buas Nian. Penentuan waktu ini memastikan keselarasan dengan perubahan musim dan pergerakan benda langit, menjadikannya salah satu peristiwa budaya paling penting dalam tradisi Tiongkok.

Kalender Lunisolar Jadi Penentu Tanggal Imlek

Mengutip laman Alibaba, Jumat (6/2/2026), perbedaan tanggal Tahun Baru Imlek setiap tahun terjadi karena perhitungannya menggunakan kalender lunisolar. Sistem kalender ini menggabungkan pergerakan bulan dan matahari, berbeda dengan kalender Gregorian yang hanya berbasis matahari.

Dalam kalender Tiongkok, satu bulan lunar berlangsung sekitar 29–30 hari. Jika dijumlahkan, 12 bulan lunar hanya mencapai sekitar 354 hari, lebih pendek 11 hari dibandingkan kalender matahari. Untuk menyesuaikan dengan siklus musim, kalender Imlek menambahkan satu bulan kabisat setiap dua hingga tiga tahun.

Mengapa Tanggalnya Selalu Bergeser?

Penyesuaian tersebut membuat tanggal Imlek terus berubah jika dilihat dari kalender Masehi. Namun, secara astronomi, penentuan Tahun Baru Imlek selalu mengacu pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin.

Inilah sebabnya Imlek bisa jatuh paling awal pada 21 Januari dan paling lambat pada 20 Februari. Sebagai contoh, pada 2025 Imlek dirayakan pada 29 Januari, sementara pada 2026 bergeser menjadi 17 Februari. Pergeseran ini merupakan hasil perhitungan astronomi yang konsisten, bukan kebetulan.

Sejarah Panjang Perayaan Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek telah dirayakan selama lebih dari 3.000 tahun, sejak masa Dinasti Shang. Awalnya, perayaan ini berkaitan erat dengan ritual panen dan penghormatan kepada leluhur di akhir tahun lunar.

Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut diperkaya dengan berbagai cerita rakyat, salah satunya legenda Nian. Makhluk buas ini dipercaya muncul setiap akhir tahun untuk merusak desa. Untuk mengusirnya, masyarakat menggunakan suara keras, cahaya terang, dan warna merah—yang hingga kini masih menjadi simbol utama perayaan Imlek.

Peran Dinasti dan Sistem Kepercayaan

Pada masa Dinasti Han, penetapan hari pertama bulan lunar sebagai awal tahun resmi semakin memperkuat posisi Imlek dalam kehidupan masyarakat Tiongkok. Tradisi ini kemudian dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme.

Nilai kebersamaan keluarga, penghormatan terhadap leluhur, serta ritual pembersihan energi negatif menjadi inti perayaan. Tak heran, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan simbol pembaruan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Tradisi Imlek di Berbagai Wilayah

Meski memiliki dasar yang sama, perayaan Imlek menunjukkan ragam tradisi di berbagai daerah. Di Tiongkok utara, hidangan pangsit menjadi simbol kemakmuran. Sementara di wilayah selatan, kue beras ketan atau niangao melambangkan peningkatan rezeki dan keberuntungan.

Di luar Tiongkok, termasuk Indonesia, Imlek berkembang menjadi perayaan budaya yang inklusif. Tradisi seperti berbagi angpao, barongsai, dan makan bersama keluarga tetap dijaga, sekaligus berbaur dengan nilai-nilai lokal.

Dengan sistem kalender yang unik dan sejarah panjang yang sarat makna, tak heran jika Hari Raya Imlek selalu jatuh pada tanggal berbeda setiap tahunnya, namun tetap konsisten dalam nilai dan tradisi yang dijunjung.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya