Inilah sebabnya Imlek bisa jatuh paling awal pada 21 Januari dan paling lambat pada 20 Februari. Sebagai contoh, pada 2025 Imlek dirayakan pada 29 Januari, sementara pada 2026 bergeser menjadi 17 Februari. Pergeseran ini merupakan hasil perhitungan astronomi yang konsisten, bukan kebetulan.
Tahun Baru Imlek telah dirayakan selama lebih dari 3.000 tahun, sejak masa Dinasti Shang. Awalnya, perayaan ini berkaitan erat dengan ritual panen dan penghormatan kepada leluhur di akhir tahun lunar.
Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut diperkaya dengan berbagai cerita rakyat, salah satunya legenda Nian. Makhluk buas ini dipercaya muncul setiap akhir tahun untuk merusak desa. Untuk mengusirnya, masyarakat menggunakan suara keras, cahaya terang, dan warna merah—yang hingga kini masih menjadi simbol utama perayaan Imlek.
Pada masa Dinasti Han, penetapan hari pertama bulan lunar sebagai awal tahun resmi semakin memperkuat posisi Imlek dalam kehidupan masyarakat Tiongkok. Tradisi ini kemudian dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme.
Nilai kebersamaan keluarga, penghormatan terhadap leluhur, serta ritual pembersihan energi negatif menjadi inti perayaan. Tak heran, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan simbol pembaruan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.