Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Hujan? Ini Faktanya

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 31 Januari 2026 |23:31 WIB
Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Hujan? Ini Faktanya
Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Hujan? Ini Faktanya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Tionghoa. Menariknya, di Indonesia, Imlek kerap dirayakan bersamaan dengan turunnya hujan. Kondisi ini pun memunculkan anggapan bahwa Imlek identik dengan cuaca hujan. Lantas, apakah hal tersebut hanya kebetulan alam, atau justru memiliki makna khusus?

Makna Hujan dalam Budaya Tionghoa

Dalam tradisi dan kepercayaan Tionghoa, hujan yang turun saat Imlek sering dimaknai sebagai simbol keberuntungan. Hujan dipercaya membawa rezeki, kemakmuran, serta kesuburan. Air hujan juga dianggap mampu membersihkan energi negatif dan membuka jalan bagi keberkahan di tahun yang baru, demikian dilansir dari Unesa.

Sejumlah pakar Feng Shui menyebutkan bahwa hujan, terutama yang turun deras saat Imlek, diyakini sebagai pertanda baik bagi daerah yang diguyur. Hal ini dihubungkan dengan datangnya kelimpahan dan kesejahteraan sepanjang tahun.

Penjelasan Ilmiah: Faktor Musim Hujan

Di balik kepercayaan tersebut, fenomena hujan saat Imlek sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Kalender Imlek tidak mengikuti kalender Masehi, melainkan peredaran bulan, sehingga perayaan Tahun Baru Imlek umumnya jatuh antara akhir Januari hingga Februari.

Di Indonesia, rentang waktu tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa curah hujan tinggi pada periode itu merupakan pola iklim tahunan yang wajar, sehingga hujan saat Imlek lebih disebabkan oleh faktor cuaca musiman.

Antara Kepercayaan dan Fakta

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement