Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mimpi Aneh saat Ketiduran Lagi di Pagi Hari? Ternyata Ada Penjelasan Medisnya

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |20:05 WIB
Mimpi Aneh saat Ketiduran Lagi di Pagi Hari? Ternyata Ada Penjelasan Medisnya
Tidur. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERNAHKAH kamu terbangun di pagi hari, lalu merasa tergoda untuk memejamkan mata kembali selama 30 menit. Tapi, kamu akhirnya malah terjebak dalam mimpi yang sangat nyata, absurd, atau bahkan menakutkan?

Sensasi membingungkan antara bermimpi atau kejadian nyata saat bangun kedua kalinya ini ternyata bukan sekadar kebetulan. Ternyata, ada penjelasan medisnya soal mekanisme biologis unik yang terjadi di dalam otak.

8 Posisi Tidur Rekomendasi untuk Penyakit Darah Tinggi hingga Sakit Punggung

1. Mimpi Aneh saat Ketiduran Lagi di Pagi Hari

Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi konsultan ginjal dan hipertensi (nefrologi) sekaligus influencer kesehatan, dr. Decsa Medika Hertanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan fenomena medis yang dinamakan sleep inertia.

“Pernah enggak kalian udah bangun jam 5 pagi terus mikir, 'Tidur 30 menit lagi kayaknya enak deh’. Eh pas bangun kedua kalinya, kalian baru ngalamin mimpi yang terasa nyata banget. Kadang nakutin, sampai bingung, ‘Ini mimpi atau beneran?’” ujar dr. Decsa.

Secara ilmiah, saat alarm berbunyi dan seseorang terbangun, tidak seluruh bagian otak langsung aktif secara bersamaan. Menurutnya, otak manusia bekerja layaknya sebuah kantor dengan berbagai divisi yang memiliki jam masuk berbeda.

“Ada penjelasan ilmiahnya. Namanya sleep inertia. Bayangin otak kalian itu kantor dengan banyak divisi. Pas alarm bunyi, tit-tit-tit, enggak semua divisi masuk bareng. Divisi gerak badan duluan, makanya bisa jalan ke kamar mandi. Tapi divisi mikir logis, alias cortex prefrontal, itu kayak bosnya yang masih ngopi di kafe. Telat masuk sampai 30 menit,” jelasnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement