Saat menghadapi Surapadman, raksasa itu mengubah diri menjadi pohon raksasa. Namun dengan tombak Vel, pohon tersebut terbelah menjadi dua dan berubah menjadi merak dan ayam jago.
Dua simbol ini memiliki makna mendalam dalam perayaan Thaipusam. Merak dijadikan sebagai kendaraan Dewa Murugan, sedangkan ayam jago menjadi lambang bendera suci yang selalu dihadirkan dalam setiap hari raya besar.
Pesan yang disampaikan dalam peringatan ini adalah kejahatan boleh dihentikan. Namun yang dihancurkan adalah sifat buruknya, bukan manusianya.
“Pesannya jelas. Kejahatan boleh dihentikan, tapi jangan menghancurkan manusianya. Itu inti Ahimsa Dharma,” ujar Kobalen.
Kobalen mengatakan, ajaran ini relevan di masa sekarang karena menekankan untuk tidak membalas dendam atau menggunakan kekerasan. Namun hal yang ditonjolkan adalah pengendalian diri.
(Rani Hardjanti)