SIAPA yang tidak mau tampil cantik? Pemikiran tentang bentuk tubuh yang ideal dan tampilan tubuh bagi remaja perempuan ketika dilihat oleh orang-orang di sekitarnya menjadi sebuah hal yang penting.
Menurut Erik Erikson seorang tokoh Psikologi, perkembangan usia remaja memiliki tantangan dalam pembentukan identitas diri yang biasanya terjadi pada usia 12-18 tahun atau hingga awal 20-an.
Pada fase ini, remaja secara aktif mencari jawaban atas pertanyaan "Siapa saya?", Bagaimana saya perlu tampil dan seterusnya.
Perubahan fisik yang cepat pada perkembangan remaja, khususnya pada remaja perempuan, seringkali berdampak pada bagaimana mereka melihat kondisi tubuh dan rasa percaya diri yang mereka miliki.
Remaja perempuan yang memiliki persepsi terhadap tubuh yang positif akan memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan fisik mereka selama masa transisi pubertas yang penuh perubahan.
Saat ini remaja perempuan tidak hanya perlu tampil cantik dan sempurna di lingkungan sekolah namun juga bagaimana mereka tampil prima di media sosial, seperti yang kita lihat tekanan tentang standar kecantikan ideal sering kali menimbulkan ketidakpuasan diri yang berdampak serius pada kesehatan mental.
Tampilan fitur-fitur filter di media sosial secara instan bisa membuat remaja langsung tampil cantik di media sosial, namun menjadi berdampak kurang percaya diri ketika mereka perlu berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut tentunya akan berdampak padai kesehatan mental remaja perempuan.
Definisi dan Pentingnya Body Image pada Remaja Perempuan
Body image adalah persepsi subjektif seseorang terhadap bentuk, ukuran, dan penampilan fisiknya, yang mencakup aspek emosional, kognitif, dan perilaku. Pada remaja perempuan usia 11-17 tahun, fase ini krusial karena pubertas menyebabkan perubahan fisik seperti pertumbuhan payudara, pinggul, dan penambahan lemak tubuh, yang sering bertentangan dengan citra ideal langsing dari media. Penelitian dari Andrew, R., Tiggemann, M., & Clark, L. (2016) menjelaskan bahwa Persepsi seseorang terhadap tubuh berdampak jangka panjang pada aspek psikologis, sosial dan kesehatan mental.