Karena itu, jika memang ada efek biologis yang kuat dari radio frekuensi, ilmuwan seharusnya sudah menemukannya dari studi tentang ponsel jauh sebelum munculnya AirPods. Dr. Jagannathan, dalam hindustantime, Rabu (7/1/2026) menyatakan bahwa bukti yang ada tidak menunjukkan hubungan langsung antara eksposur RF dari perangkat ini dan kanker otak pada manusia.
Sebelumnya sempat dilakukan penelitian terhadap hewan ketika tikus diekspos dengan tingkat RF yang sangat tinggi. Namun Dr. Jagannathan menjelaskan bahwa hasil penelitian hewan belum tentu berlaku pada manusia, karena kondisi paparan dan dosis dalam eksperimen itu tidak seperti penggunaan nyata sehari-hari.
Selain itu pola yang muncul dalam uji coba tersebut juga tidak konsisten antar kelompok hewan. Artinya temuan itu tidak dapat dianggap sebagai bukti kuat bahwa RF bisa menyebabkan kanker.
(Rani Hardjanti)