Berusaha mencapai titik terang, petugas KAI tersebut mengaku siap mengganti botol minum yang hilang. Bahkan, petugas itu bersedia membeli tumbler seharga Rp300 ribu.
Alih-alih masalah selesai, nasib pekerjaan petugas KAI itu justru berada di ujung tanduk. Anita memutuskan memviralkan cerita hilangnya tumbler tersebut di media sosial. Cerita itu kemudian berdampak pada petugas yang dianggap lalai saat mengamankan barang penumpang.
Beredar pula percakapan antara petugas KAI dan suami Anita, di mana petugas mengaku pekerjaannya terancam hilang akibat unggahan Threads tersebut.
Hingga kini, pihak KAI belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut. Kisah hilangnya tumbler penumpang KRL yang berujung pada ancaman pemecatan petugas ini pun viral dan menjadi topik panas di media sosial.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)