4 Alasan Kenapa Anak Remaja Membutuhkan Privasi dari Orangtua

Pradita Ananda, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 20:30 WIB
Alasan Kenapa Anak Remaja Membutuhkan Privasi dari Orangtua, (Foto:Freepik)
Share :

SAAT anak sudah beranjak remaja, banyak orangtua mulai mendapati anak-anaknya mungkin lebih sering menghabiskan waktu pribadi, dibandingkan bersama kedua orang tuanya atau sanak keluarga.

Ini adalah potret nyata anak yang sudah remaja, memang semakin menerapkan butuh privasi dari ayah dan ibunya alias dari kedua orangtuanya. Namun tak semua orangtua mengerti, kenapa sih anak remaja itu membutuhkan privasi dari kedua orangtuanya.

Jika Anda salah satu sosok orangtua yang kebingungan dengan kondisi ini, ada baiknya baca paparan di bawah ini, terkait empat alasan kenapa anak remaja membutuhkan privasi dari ayah dan ibunya, sebagaimana dikutip dari Parents, Kamis (8/8/2024) yang sudah ditinjau secara profesional oleh Michelle Felder, LCSW, MA.

1. Perlu ruang uang untuk mengembangkan minatnya: Seiring bertambahnya usia, anak remaja menghadapi tantangan besar, seperti mengetahui ingin menjadi orang seperti apa, di mana mereka cocok, dan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidupnya.

Otak anak juga berkembang pesat,  dapat keterampilan berpikir baru dan mengembangkan minat sosial, romantis, praktis, dan profesional baru di hidupnya.

2. Respect perkembangan seksual: Anak remaja mengalami perubahan fisik yang cepat, ini  membuat privasi pada usia ini terasa sangat penting karena seksualitas anak sedang berkembang.

Seorang anak yang dulu selalu merasa nyaman dan cuek  berganti pakaian di depan orang tuanya, sekarang sudah tak mau dan malu lepas pakaian bersama orang tuanya.

 

3. Kepercayaan diri: Ketika  anak remaja diberi privasi yang diperlukan, hal ini membantu anak  menjadi  pribadi yang lebih mandiri dan membangun rasa percaya dirinya dengan baik loh! Sebagai orang tua, berusahalah untuk mencapai keseimbangan antara mengetahui apa yang dilakukan anak remaja, beri kepercayaan ke anak untuk punya urusan pribadi, dan mengetahui kapan harus turun tangan.

Tawarkan privasi sepaket dengan kepercayaan yang menyertainy pada anak, akan bikin tahu dan sadar kalau orangtuanya percaya penuh pada dirinya.  

4. Meminimalisasi konflik: Ketika anak remaja yakin bahwa orangtuanya sudah melanggar privasinya, alhasil sering kali lebih banyak konflik di rumah. Ini karena anak merasa, orangtuanya sendiri tidak memberi kepercayaan atau masih menganggap dirinya masih anak kecil.

Maka dari itu, penting untuk beri lebih banyak ruang dan privasi kepada anak remaja Anda tanpa mengurangi kebutuhannya akan bimbingan dari Anda sebagai orangtua.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya