DALAM beberapa kasus penganiayaan anak di daycare yang sempat mencuat ke publik, muncul keprihatinan mendalam tentang bagaimana kondisi anak bisa terdeteksi sejak dini. Anak-anak, terutama yang belum mampu berbicara, tidak dapat menjelaskan secara langsung apa yang mereka alami.
Karena itu, perubahan perilaku seperti menjadi lebih mudah menangis, tampak takut, enggan berada di tempat tertentu, atau perubahan ekspresi yang tiba-tiba, sering kali menjadi satu-satunya bahasa yang mereka gunakan untuk memberi sinyal adanya sesuatu yang tidak beres.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kepekaan orangtua dalam membaca tanda-tanda kecil yang bisa menjadi indikator adanya perlakuan yang tidak semestinya di lingkungan pengasuhan. Apa saja tanda-tanda itu?
Kasus penganiayaan dan penelantaran anak di daycare di Yogyakarta dan Aceh yang terjadi baru-baru ini menyita perhatian netizen. Warganet dibuat geram lantaran sejumlah korban, yakni balita, diperlakukan tak manusiawi oleh tempat penitipan anak ini.
Meningkatnya perhatian publik terhadap kasus-kasus di daycare membuat banyak orang tua kini merasa khawatir saat menitipkan anak. Kekhawatiran muncul bukan tanpa alasan, mengingat anak-anak yang masih kecil belum mampu menjelaskan secara langsung apa yang mereka alami selama berada di luar pengawasan orang tua.