3. Kepercayaan diri: Ketika anak remaja diberi privasi yang diperlukan, hal ini membantu anak menjadi pribadi yang lebih mandiri dan membangun rasa percaya dirinya dengan baik loh! Sebagai orang tua, berusahalah untuk mencapai keseimbangan antara mengetahui apa yang dilakukan anak remaja, beri kepercayaan ke anak untuk punya urusan pribadi, dan mengetahui kapan harus turun tangan.
Tawarkan privasi sepaket dengan kepercayaan yang menyertainy pada anak, akan bikin tahu dan sadar kalau orangtuanya percaya penuh pada dirinya.
4. Meminimalisasi konflik: Ketika anak remaja yakin bahwa orangtuanya sudah melanggar privasinya, alhasil sering kali lebih banyak konflik di rumah. Ini karena anak merasa, orangtuanya sendiri tidak memberi kepercayaan atau masih menganggap dirinya masih anak kecil.
Maka dari itu, penting untuk beri lebih banyak ruang dan privasi kepada anak remaja Anda tanpa mengurangi kebutuhannya akan bimbingan dari Anda sebagai orangtua.
(Rizky Pradita Ananda)