Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Meningkat, Begini Tanggapan Miss Indonesia 2022 Audrey Vanessa

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Rabu 20 September 2023 22:06 WIB
Miss Indonesia 2022 Audrey Vanessa. (Foto: MPI/ Aldhi Chandra)
Share :

KASUS kekerasan dan pelecehan terhadap anak terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), tercatat ada 21.241 anak yang menjadi korban kekerasan di dalam negeri pada 2022.

Berbagai kekerasan tersebut tak hanya secara fisik, tapi juga psikis, seksual, penelantaran, perdagangan orang hingga eksploitasi.

Menanggapi hal ini, Miss Indonesia 2022 Audrey Vanessa memberikan pandangannya. Dia juga turut prihatin dan cukup kaget dengan kasus kekerasan anak di Indonesia. Khususnya kasus kekerasan seksual masih cukup tinggi.

“Tentunya ketika saya melihat meningkatnya kasus kekerasan seksual saya sangat sedih dan terenyuh ya. Mungkin dulu saya merasa bahwa kasus ini sangat jauh dari saya. Ketika saya menonton berita, saya lihat bahwa kasusnya begitu banyak,” ujar Audrey, ketika diwawancara MNC Portal, di iNews Tower, Jakarta, Rabu, (20/9/2023).

Audrey menjelaskan, dia kerap mendapati berbagai jenis kasus kekerasan seksual pada anak ketika mengunjungi beberapa daerah di Indonesia. Mirisnya, pelaku kekerasan seksual tersebut justru merupakan orang-orang sekitar dari para korban.

“Sesuai data, jenis-jenis kekerasan terhadap anak kan banyak. Tapi yang paling tinggi di Indonesia jenis apa, yaitu kekerasan seksual terhadap anak. Nah tentunya saya dapati banyak sekali case ya, ketika saya ke berkunjung ke kota, jadi ada ya yang mengalami perkosaan, ada yang mengalami pelecehan, dan hal-hal ini sebenarnya pelakunya adalah orang-orang terdekat,” tutur Audrey.

Lalu ketika ditanya siapa yang salah, Audrey lantas memberikan jawaban alias penilaian sesuai versinya sendiri. Dia menyebut, dalam hal ini, sebenarnya bukan terkait siapa yang salah, namun lebih kepada bagaimana setiap pihak memiliki tanggung jawab masing-masing dalam hal memberantas kasus kekerasan seksual pada anak.

“Tetapi begitu saya lebih concern dan saya mulai mendalami kasus ini, saya temui bahwa banyak sekali orang-orang sekitar saya yang juga mengalami. Jadi sebenernya pertanyaannya bukan siapa yang salah tapi bagaimana setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memutus kekerasan seksual ini terhadap anak-anak dan perempuan,” tuturnya.

“Makanya sangat penting edukasi mengenai hal ini sehingga anak-anak ini semakin aware, semakin sadar bahwa di lingkungan mereka, dan lebih terbuka ketika mengalami hal ini,” ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya