MADU mongso merupakan jajanan khas masyarakat Jawa Timur yang selalu hadir di meja, saat Lebaran. Makanan ringan ini terbuat dari ketan hitam sebagai bahan dasarnya.
Madu mongso memiliki cita rasa manis, dan tekstur yang lembut. Ada banyak cerita tentang asal usul terciptanya jajanan khas Jawa ini. Salah satunya, diketahui madu mongso telah ada sejak zaman kerajaan Mataram kuno. Saat itu, madu mongso disajikan bagi para raja, perayaan besar, atau acara ritual kerajaan lainnya.
Pada zaman dulu, makanan yang terbuat dari ketan tergolong mahal, sehingga hanya para raja yang dapat menyantap jajanan seperti madu mongso ini.
Keunikan atau kekhasan dari madu mongso adalah, pembungkus yang digunakan dari kertas minyak yang berwarna warni.
Madu mongso sendiri terdiri dari dua kata yaitu, ‘madu’ dan ‘mongso’. Kata ‘madu’ memiliki arti cairan manis sedangkan, ‘mongso’ adalah makanan. Sehingga bisa disimpulkan, bahwa madu mongso adalah makanan semanis madu.
Adapun cerita lain dari terbuatnya madu mongso, yaitu berasal dari kerinduan orang-orang ponorogo yang pernah melakukan haji, dan merindukan buah kurma yang ada di Arab kala itu. Sehingga dibuatlah madu mongso, dengan rasa manis dan tekstur yang lembut seperti kurma.
Untuk membuat madu mongso untuk Lebaran nanti, cukup mudah. Kamu bisa membuat makanan khas para Raja ini dengan resep sebagai berikut.
Bahan
1 kg tape ketan hitam
700 ml santan dari 1 butir kelapa
2 lembar daun pandan
1/2 sdt garam
175 gr gula palem
Cara membuat:
1. Masukan santan, daun pandan, dan garam kemudian rebus hingga mendidih kemudian tambahkan garam. Aduk-aduk sampai tercampur merata.
2. Tambahkan gula kelapa atau palem, aduk sampai santan kering dan tekstur madu mongso mengental saat di aduk.
3. Angkat lalu dinginkan. Setelah dingin, kemudian bungkus pada kertas minyak ukuran kecil.
4. Madu mongso siap untuk dinikmati.
Tips : untuk penyimpanan lebih lama, kamu bisa menyimpannya di dalam lemari pendingin. Agar terhindar dari jamur.
(Helmi Ade Saputra)