Kepercayaan lain yang juga menarik untuk dikulik adalah saat memberikan jeruk mandarin bersama dengan angpao, Anda tidak boleh memberikan jeruk secara 'telanjang'. Artinya, usahakan ada batang dan daun jeruk yang masih menempel di buah.
Selain itu jeruk mandarin dibudidayakan sebagai barang antik di Tiongkok, sangat dihargai dan sering disajikan sebagai penghargaan kepada pengunjung istana kekaisaran.
Pada masa pemerintahan Dinasti Han (221-206 SM), bahkan ada seorang pejabat yang diberi tugas untuk menyajikan jeruk di istana kerajaan, yang dikenal sebagai menteri jeruk.
Untuk kata itu sendiri, jeruk mandarin disebut sebagai gat zi (桔子) dalam bahasa Kanton, seperti yang dinyatakan oleh publikasi Hong Kong Zolima CityMag.
Adapun dalam permainan kata sederhana, sebuah tema yang biasa dipraktikkan dalam budaya Tiongkok, pengucapan huruf Kanton pertama untuk jeruk mandarin, gat (桔), memiliki kemiripan dengan kata lain yang dieja dengan cara yang sama dengan pengucapan yang berbeda, gat (吉), yang berarti keberuntungan.
Menggantikan masing-masing karakter pertama secara bergantian, jeruk mandarin dipandang memiliki konotasi membawa keberuntungan.