Rose juga bilang bahwa setiap anak menyimpan bakat yang bisa terbentuk secara alami maupun dibentuk oleh lingkungan. Untuk itu, ia berharap agar para orangtua bisa memberikan ruang kepada untuk mengekspresikan diri.
"Berikan kesempatan dia untuk mengekspresikan diri, tetapi di sisi lain tetap harus ada panduan dan koridor mana yang harus bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh anak,” ujarnya.
Psikolog Universitas Indonesia itu menambahkan, pola asuh memiliki dua sumbu yang perlu diperhatikan, yaitu kedekatan dan kontrol. Kedekatan anak dan orangtua berpengaruh kepada perkembangan dan pertumbuhan anak.
“Pada waktu seseorang anak merasa tidak dapat melakukan apa-apa karena tidak diizinkan lingkungannya maka nantinya dia akan mengalami banyak masalah dalam kehidupannya karena tidak bisa menentukan dan tidak bisa mengambil tindakan tertentu terhadap apa yang dia hadapi,” terangnya.
Di samping itu, orangtua yang abai dan selalu mengikuti kemauan anak juga berdampak buruk pada perkembangan anak.
“Tidak bisa dilepaskan begitu saja karena anak belum banyak punya jam terbang dalam kehidupannya, pengalamannya masih terbatas dan butuh orangtua untuk mengarahkan mereka. Nah, yang penting bagi orangtua memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak agar dia (anak) nantinya bisa menentukan sendiri apa yang harus dilakukan,” katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)