Dinding Rumah Retak, Ternyata Ini yang Perlu Diperhatikan

Agustina Wulandari , Jurnalis
Kamis 30 September 2021 18:24 WIB
Foto: Dok.Mitra Kiara Indonesia
Share :

Dinding yang retak menjadi salah satu masalah yang dihadapi di sebuah hunian. Sering ditemui pada hunian yang baru dibangun mengalami masalah retak rambut atau retak yang terukir tipis pada dinding.

Retak pada dinding ini kalau dibiarkan akan merusak estetika pada rumah dan tentunya harus merogoh kocek untuk merenovasinya. Untuk itu, sebelum membangun perhatikan hal-hal berikut:

1. Proses acian dan plesteran dinding

Langkah pertama untuk membuat dinding yang kokoh adalah dengan memperhatikan proses acian dan plesteran dinding. Jika kualitas plester baik, maka acian dinding pun berkualitas. Untuk mengetahui kualitas plester yang baik adalah dengan memastikan permukaan dinding halus dan rata.

Baca Juga: Mau Beli Rumah? Perhatikan Hal Ini agar Tak Menyesal

2. Perhatikan waktu pemlesteran dan pengacian

Selanjutnya, Anda perlu perhatikan waktu melakukan pemlesteran. Pastikan saat ingin melakukan plester dinding bata sudah kering sehingga dinding tak mudah retak.

Begitupun saat melakukan pengacian, Anda harus menunggu hingga plester benar-benar kering. Waktu yang tepat untuk melakukan pengacian setelah pemlesteran adalah dua sampai tiga minggu untuk bagian dinding dalam, dan kurang dari dua minggu untuk dinding luar.

Selain itu, ketebalan acian juga perlu diperhatikan, karena sangat mempengaruhi kualitas dinding nantinya. Ketebalan acian harus antara 1 – 3 mm.

3. Pastikan tingkat kelembaban plester

Agar menghasilkan kualitas dinding yang baik, maka Anda bisa melakukan pemolesan sekitar 20 - 30 menit. Jika dilakukan kurang dari 20 menit, plesteran bisa terlalu kering, namun jika dilakukan lebih dari 30 menit, plesteran bisa jadi terlalu lembab. Untuk itu, sangat penting memperhatikan tingkat kelembaban plester.

4. Pastikan tak ada lubang

Langkah selanjutnya adalah proses pelapisan. Pastikan tak ada lubang maupun celah udara pada hasil pelapisan.

Jika masih ada celah udah atau lubang, maka akan membuat kualitas dinding kurang baik, sehingga mudah rusak. Pelapisan harus rata dan halus agar tak ada lubang atau celah udara yang berisiko merusak estetika dinding.

Untuk menghindari lubang dalam proses pelapisan adalah dengan cara memastikan waktu pelapisan, pengadukan bahan yang rata, serta memperhatikan ketebalan lapisan. Jika ketiga hal tersebut sudah dilakukan dengan baik, maka akan menghasilkan dinding yang kokoh dan berkualitas.

Nah, itu adalah tips untuk mencegah dinding yang retak. Perlu juga diperhatikan bahan yang tepat untuk membuat dinding. Mortar menjadi solusi tepat untuk bahan bangunan Anda.

Mortar Indonesia Acian Plester dan Beton D-3 menjawab kebutuhan properti Anda. Produk mortar ini diformulasikan khusus sebagai acian pada permukaan plester dan beton, baik interior maupun eksterior.

 

Foto: Mitra Kiara Indonesia

Mortar ini memiliki komposisi campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogen, sehingga hasil aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. Dengan menggunakan mortar Anda tak perlu khawatir dinding akan mengalami retak rambut akibat penyusutan dinding.

Apalagi produk mortar ini juga dapat langsung dicat dalam waktu tujuh hari setelah aplikasi dan tak perlu diplamir sebagai bahan dasar pengecatan. Hasil akhirnya pun lebih halus dan tanpa serbuk (powdery) sehingga cat merekat sempurna.

Untuk hasil maksimal bangunan rumah Anda, Mortar Indonesia Acian Plester dan Beton adalah solusinya. Segera dapatkan Mortar Indonesia agar hunian Anda tetap nyaman dan estetik. Dapatkan Mortar Indonesia di toko bangunan terdekat atau anda juga bisa melakukan pembelian langsung dengan mengunjungi official store Semen Indonesia Official di Tokopedia.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya