Langkah selanjutnya adalah proses pelapisan. Pastikan tak ada lubang maupun celah udara pada hasil pelapisan.
Jika masih ada celah udah atau lubang, maka akan membuat kualitas dinding kurang baik, sehingga mudah rusak. Pelapisan harus rata dan halus agar tak ada lubang atau celah udara yang berisiko merusak estetika dinding.
Untuk menghindari lubang dalam proses pelapisan adalah dengan cara memastikan waktu pelapisan, pengadukan bahan yang rata, serta memperhatikan ketebalan lapisan. Jika ketiga hal tersebut sudah dilakukan dengan baik, maka akan menghasilkan dinding yang kokoh dan berkualitas.
Nah, itu adalah tips untuk mencegah dinding yang retak. Perlu juga diperhatikan bahan yang tepat untuk membuat dinding. Mortar menjadi solusi tepat untuk bahan bangunan Anda.
Mortar Indonesia Acian Plester dan Beton D-3 menjawab kebutuhan properti Anda. Produk mortar ini diformulasikan khusus sebagai acian pada permukaan plester dan beton, baik interior maupun eksterior.
Foto: Mitra Kiara Indonesia
Mortar ini memiliki komposisi campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogen, sehingga hasil aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. Dengan menggunakan mortar Anda tak perlu khawatir dinding akan mengalami retak rambut akibat penyusutan dinding.