Peneliti diabetes telah menunjukkan bahwa kurma memiliki dampak glikemik yang rendah. Ini berarti bahwa makan kurma, dapat membantu penderita diabetes tipe-2 mengelola gula darah dan kadar lemak darahnya.
3. Kurma mengandung penguat otak
Setiap kurma mengandung lebih dari dua miligram kolin, vitamin B yang merupakan komponen dalam asetilkolin, neurotransmitter memori. Asupan kolin lebih tinggi dikaitkan dengan memori dan pembelajaran yang lebih baik, menjadikannya nutrisi utama untuk anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua yang berisiko terkena Alzheimer.
4. Kurma merupakan sumber antioksidan
Semua kurma, segar atau kering, mengandung berbagai jenis antioksidan. Kurma segar mengandung antosianidin dan karotenoid, sedangkan kurma kering mengandung polifenol, seperti halnya teh hijau. Percobaan dalam kimia makanan menunjukkan bahwa kurma Khalas , kurma Madinah memiliki antioksidan tertinggi jika dibandingkan dengan varietas kurma lainnya.