Telur Terkadang Miliki Benjolan dan Bintik Aneh, Amankah Dikonsumsi?

Hantoro, Jurnalis
Jum'at 02 April 2021 03:03 WIB
Ilustrasi telur. (Foto: Topntp26/Freepik)
Share :

TELUR adalah makanan yang disukai banyak orang. Mayoritas masyarakat menjadikan telur yang dipenuhi protein sebagai makanan pokok. Telur juga rendah kalori dan tinggi lemak sehat. Kemudian telur mudah ditemui di mana saja.

Telur memiliki cangkang yang halus dan tidak bercela. Tapi beberapa telur hadir dengan benjolan yang menonjol, perubahan warna, atau bahkan bintik-bintik yang muncul setelah cangkangnya retak.

Baca juga: Ini Jumlah Telur yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari 

Mengapa beberapa telur terkadang memiliki benjolan dan bintik aneh? Apakah telur seperti ini aman dikonsumsi?

Seperti dikutip dari laman Mentalfloss, Jumat (2/4/2021), hal ini harus diawali dari menilai telur. Telur kelas AA adalah telur di rak paling atas (atau cangkang atas) yang memiliki kuning telur tebal dan putih serta cangkang yang tidak pecah. Telur kelas A pada dasarnya sama, meskipun putihnya tidak harus sekeras.

Telur kelas B melonggarkan standar untuk putih dan kuning telur, kemudian cangkangnya mungkin menunjukkan beberapa noda. Telur ini biasanya ditujukan untuk produk telur cair atau kering.

Telur kelas AA atau A bukan jaminan terhadap perubahan warna. Selain itu, tidak ada perbedaan kualitas yang nyata antara telur coklat dan putih. Warnanya tergantung pada apakah ayam berbulu coklat atau bulu putih yang bertelur.

Baca juga: Kalahkan Telur, Makanan Ini Miliki Kandungan Protein Melimpah 

Mari periksa kelainan yang paling umum pada kulit telur yakni bintik coklat tua pada telur coklat. Dikenal sebagai telur "berbintik", telur ini memiliki bintik-bintik akibat telur yang berputar terlalu lambat saat keluar dari saluran telur ayam, organ seperti tabung yang memproses kuning telur dan menambahkan cangkang serta membran.

Beberapa ayam, seperti Welsummers dan Cuckoo Marans, lebih cenderung bertelur berbintik daripada yang lain. Tidak ada yang salah dengan telur ini dan sangat aman untuk dimakan.

Lalu benjolan sering timbul pada kulit telur. Ini paling sering disebabkan puing-puing di saluran telur saat cangkang sedang terbentuk.

Ketika itu terjadi kalsium akan diproduksi untuk menutupi puing-puing di dalam cangkang. Terkadang lebih banyak kalsium akan diproduksi tanpa alasan sama sekali. Juga tidak ada kekhawatiran di sini. Benjolan kulit telur tidak memengaruhi telur itu sendiri.

Baca juga: Simak, 8 Manfaat Rajin Makan 2 Butir Telur Sehari 

Hal yang harus dihindari pada telur yang baru menetas adalah bintik hitam di dalam kulitnya. Jika melihatnya, kemungkinan itu jamur atau bakteri yang telah berakar. Langkah terbaik adalah membuang telurnya.

Variabel lain seperti kuning ganda dan putih telur keruh juga umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Beberapa orang bahkan mungkin memerhatikan sedikit darah di kuning telur yang bisa muncul sebagai bintik coklat tua. Ini akibat pembuluh darah yang pecah pada saat ovulasi. Telur ini juga aman dikonsumsi.

Baca juga: Manfaat Putih Telur, Sejak Dulu Dipakai untuk Hilangkan Kerutan Kulit 

Variabel terpenting dalam keamanan telur bukanlah ada tidaknya bintik atau benjolan, tapi menangani dan memasak telur dengan benar. Telur yang dibeli di toko harus disimpan di lemari es dan digunakan dalam waktu tiga minggu setelah pembelian.

Telur harus dimasak sampai kuning telur mengeras. Tangan dan permukaan yang telah bersentuhan dengan telur mentah harus dicuci untuk mengurangi risiko tertular Salmonella, sekelompok bakteri penyebab penyakit.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya