Shannon Kalberg, seorang LMFT dan Terapi Individu & Praktisi EMDR, mengatakan bahwa media sosial bisa menjadi lereng yang sangat licin.
"Saran terbaik saya sebagai seorang profesional adalah memerhatikan bagaimana perasaan Anda sebelum dan sesudah menghabiskan waktu di media sosial," kata Kalberg.
Menurutnya, banyak orang depresi disebabkan oleh media sosial. Melansir Yourtango, Rabu (20/11/2019), berikut beberapa tips untuk detoks media sosial.
1. Tidak membanding-bandingkan kehidupan dengan orang lain
Ketika kamu menghabiskan waktu berjam-jam menatap ponsel hanya untuk melihat foto-foto dan kehidupan orang lain, kamu akan merasa semakin tertekan karena kamu mulai membandingkan hidup kamu dengan kebahagiaan orang tersebut. Hal tersebut dapat memicu rasa iri dan rasa tidak bahagia. Stop melakukan hal tersebut dan ingatlah untuk selalu bersyukur dengan apa yang kamu miliki.
2. Coba untuk membuka diri
Menolak untuk bertemu orang lain dan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial menyebabkan kurangnya hubungan yang lebih intim antara kamu dengan teman atau keluarga. Kamu bahkan lebih memilih untuk memendam perasaan dibanding membicarakannya dengan orang lain. Cobalah untuk mulai membangun komunikasi yang baik antara kamu dengan mereka, sehingga kamu bisa mengekspresikan diri.