Jangan Dibuang, Kentang Bertunas Masih Bisa Dimakan Kok!

Pradita Ananda, Jurnalis
Selasa 19 Desember 2017 21:10 WIB
Kentang (Foto: Shutterstock)
Share :

TIDAK dipungkiri, ketika mengetahui kentang yang tersimpan di dapur hadir dengan visual tampilan tidak mulus alias ada munculnya tunas-tunas di sekitar badan kentang, banyak orang jadi enggan untuk menjadikan sprouted potatoes sebagai bahan makanan untuk diolah jadi sebuah hidangan makanan.

Maka dari itu, biasanya ketika mendapati kentang-kentang itu telah bertunas, biasanya banyak orang akan langsung membuangnya ke tempat sampah. Jika Anda pernah atau sering mengalami kejadian yang dijelaskan di atas. Ada kabar teranyar yang menyenangkan.

BACA JUGA:

Disebutkan bahwa sebenarnya kentang bertunas itu tidak perlu berakhir di tempat sampah. Pasalnya, sebagaimana dilapor Dailymail, Selasa (19/12/2017) peneliti makanan dari University of Lincoln mengemukakan bahwa kentang-kentang bertunas ini bisa dikonsumsi dan tidak beracun alias aman untuk dimakan selayaknya kentang biasa kentang normal pada umumnya.

Diterangkan lebih lanjut, para peneliti menyarankan yang harus dilakukan ketika mendapati kentang-kentang di rumah menjadi kentang bertunas adalah tinggal memotong menghilangkan tunas-tunas itu, lalu olahlah kentang menjadi salah satu bahan makanan seperti biasanya maka pada dasarnya kentang bertunas itu akan memiliki cita rasa yang sama dengan kentang normal seperti biasanya.

Penelitian dari para peneliti makanan di University of Lincoln ini, berangkat dari fakta Inggris bahwa telah membuang-membuang kentang senilai 230 juta Euro setiap tahunnya, yang di mana kurang lebih sama dengan satuan 730 ribu ton kentang. Maka dari itu untuk menghindari makanan menjadi terbuang sia-sia, akhirnya para peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui apakah varietas kentang tertentu lebih rentan tumbuh tunas daripada yang lain.

Hasil penelitian, ditemukan bahwa ada kemungkinan peluang sebesar 50:50 kentang akan mulai tumbuh tunasnya sekitar satu pekan setelah dibeli. Para ilmuwan juga menemukan bahwa kentang Osprey adalah spesies kentang yang punya kemungkinan tumbuhnya tunas paling besar, sedangkan kentang Marfona jadi kebalikannya adalah varietas kentang yang paling tidak mungkin tumbuh tunas.

Hhasil ini didapatkan setelah menguji sekitar 2,5 kilogram kentang yang dibeli dari enam gerai supermarket berbeda. Kentang-kentang disimpan dalam lemari pendingin yang gelap selama tujuh hari, sebelum para ilmuwan di Pusat Nasional untuk Manufaktur Pangan Lincoln menilai umbi-umbian tersebut untuk mengetahui mana yang telah tumbuh tunas paling cepat.

BACA JUGA:

Para ahli mengatakan, kondisi kentang yang keriput, tumbuh tunas ataupun langu yang suka langsung dibuang oleh banyak orang pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang tidak memberikan efek kepada cita rasa kentang tersebut, jika 'bagian-bagian' yang buruk itu telah dibuang dihilangkan.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya