Meski begitu, tak sedkit warga asli Kota Medan yang menggemari makanan takjil ini. Pakat atau rotan muda cukup dibakar hingga matang kemudian dibuang kulit luarnya dan disantap dengan nasi sebagai lalapannya.
“Dimana memakan pakat saat berbuka puasa dipercaya dapat mengembalikan tenaga usai berpuasa seharian penuh. Stamina kita kembali bertambah dan dapat menjalankan aktivitas kembali,” ungkapnya.
“Kasiat pakat ini sangat banyak, stamina kita bertambah dan badan kembali fit seperti biasanya,” kata Evriana.
Sementara itu, salah seorang warga Garu IV, Rina Siregar menyatakan, dirinya memang kerap memakan pakat setiap bulan puasa tiba, karena memang terbiasa sejak kecil memakan pakat saat puasa tiba.
“Rasanya nikmat dan banyak khasiatnya, dari dulu orang tua kami selalu membeli pakat untuk berbuka puasa di rumah,” tutupnya.
(Amril Amarullah (Okezone))