Advertisement
Advertisement

Kenapa Halloween Identik dengan Cokelat dan Permen? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |11:05 WIB
Kenapa Halloween Identik dengan Cokelat dan Permen? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya
Permen Halloween. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Candy Corn Menjadi Salah Satu Permen Khas Halloween

Permen Halloween

Popularitas permen Halloween mulai berkembang seiring kemajuan industri makanan pada akhir abad ke-19. Salah satu permen yang paling identik dengan Halloween adalah candy corn. Permen ini memiliki bentuk menyerupai biji jagung dengan tiga lapisan warna khas, yakni putih, kuning, dan oranye.

Candy corn diperkirakan mulai muncul pada 1880-an. Permen tersebut diyakini diciptakan oleh George Renninger, seorang pembuat permen yang bekerja di Wunderle Candy Company, Philadelphia.

Pada 1900, Goelitz Candy Company mulai memproduksinya dalam jumlah besar. Bentuk candy corn ternyata terinspirasi dari biji jagung yang saat itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Amerika. Pasalnya, sekitar setengah penduduk Amerika pada masa tersebut bekerja di sektor pertanian.

Hingga sekarang, candy corn masih menjadi salah satu camilan khas Halloween. Meski rasanya kerap menjadi perdebatan, permen ini tetap memiliki tempat tersendiri dalam tradisi perayaan tersebut.

4. Cokelat Mulai Populer Berkat Produksi Massal

Selain candy corn, perkembangan industri cokelat juga menjadi faktor penting yang membuat Halloween semakin identik dengan makanan manis. Sebelumnya, cokelat tergolong barang mewah yang tidak mudah dijangkau masyarakat umum. Namun, perkembangan teknologi produksi memungkinkan cokelat dibuat dalam jumlah lebih besar dengan harga yang semakin terjangkau.

Salah satu tonggak penting terjadi pada 1900 ketika Hershey's Milk Chocolate Bar mulai diproduksi. Tujuh tahun kemudian, Hershey's Kisses menyusul diperkenalkan ke pasar. Kehadiran pabrik cokelat di Pennsylvania turut mendorong produksi cokelat secara massal sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmatinya.

Pada 1920-an hingga awal 1930-an, berbagai perusahaan mulai memproduksi cokelat batangan yang kemudian populer. Meski begitu, permen belum langsung menjadi makanan utama Halloween. Anak-anak yang melakukan tradisi trick-or-treating masih sering memperoleh kue, buah, kacang-kacangan, mainan, bahkan uang.

5. Dari Tradisi Kuno hingga Industri Permen Modern

Popularitas cokelat dan permen dalam perayaan Halloween bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ada perjalanan sejarah panjang yang melibatkan tradisi kuno, perubahan budaya, perkembangan industri makanan, hingga strategi pemasaran.

Jika dahulu masyarakat menikmati soul cakes, apel, hazelnut, dan chestnut sebagai bagian dari perayaan, kini cokelat batangan dan permen dalam berbagai bentuk menjadi sajian yang lebih identik dengan Halloween.

Tradisi trick-or-treating pun semakin memperkuat hubungan antara Halloween dan makanan manis. Anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah untuk mendapatkan permen menjadi salah satu gambaran paling populer dari perayaan ini.

Pada akhirnya, Halloween bukan hanya tentang kostum menyeramkan dan dekorasi labu. Di balik cokelat dan permen yang dibagikan setiap 31 Oktober, terdapat sejarah panjang tentang tradisi, budaya, dan perkembangan industri makanan yang membentuk perayaan Halloween modern.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement