JAKARTA – Menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan wajah. Pola makan sehari-hari juga bisa berperan dalam kondisi kulit, termasuk munculnya jerawat dan tanda-tanda penuaan.
Sejumlah makanan dan minuman bisa memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang. Karena itu, selain rutin merawat wajah, penting juga untuk memperhatikan asupan yang dikonsumsi setiap hari.
Dokter spesialis kulit asal Korea Selatan, Shim Hyun-chul, membagikan daftar lima makanan dan minuman yang menurut pengalaman klinisnya berpotensi memperburuk kondisi kulit.
Dikutip dari The Standard, berikut lima makanan yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga kesehatan kulit.
Menurut Shim Hyun-chul, whey protein berpotensi memicu munculnya jerawat pada sebagian orang. Kandungan asam amino, seperti leusin dan glutamin, bisa memengaruhi kadar insulin-like growth factor 1 (IGF-1), hormon yang berkaitan dengan produksi minyak pada kulit.
Peningkatan aktivitas kelenjar minyak bisa membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu jerawat. Meski begitu, efeknya tidak sama pada setiap orang.
Dokter Shim menyoroti pembentukan advanced glycation end products (AGEs), yaitu senyawa yang dapat terbentuk ketika makanan dimasak pada suhu tinggi. Penumpukan AGEs dalam tubuh dikaitkan dengan proses penuaan dan kerusakan jaringan.
Karena itu, membatasi makanan yang digoreng dan sesekali memilih metode memasak seperti merebus atau mengukus bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.
Menurut Shim, konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dalam jangka panjang memengaruhi kondisi kulit melalui proses glikasi. Proses ini terjadi ketika gula berikatan dengan protein, termasuk kolagen dan elastin, yang berperan menjaga kekencangan serta elastisitas kulit.
Jika berlangsung berlebihan, proses tersebut dapat memengaruhi kualitas jaringan kulit. Oleh karena itu, membatasi minuman manis dan memperhatikan kandungan gula pada produk kemasan bisa menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan kulit.
Dokter Shim menjelaskan bahwa komponen dalam susu dapat memengaruhi respons insulin dan faktor hormonal yang berkaitan dengan produksi minyak pada kulit. Produksi minyak berlebih kemudian memperburuk jerawat pada orang yang rentan mengalaminya.
Jika jerawat sering muncul dan diduga berkaitan dengan konsumsi susu, kamu bisa memperhatikan apakah ada pola tertentu setelah mengonsumsinya. Namun, tak semua orang perlu menghindari susu.
Konsumsi makanan tinggi gula bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Pola makan dengan beban glikemik tinggi diketahui berkontribusi terhadap jerawat pada sebagian orang, meski respons setiap individu berbeda.
Karena itu, jika ingin menikmati cokelat, perhatikan kandungan gula pada kemasannya dan sesuaikan porsinya. Cokelat tidak harus dihindari sepenuhnya, terutama jika dikonsumsi secara wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Jika kamu sering mengalami jerawat, coba perhatikan pola makan dan perubahan kondisi kulit dari waktu ke waktu. Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, membatasi gorengan, serta menerapkan pola makan seimbang bisa menjadi langkah awal.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.