Goblet squat mampu memperkuat otot tubuh bagian bawah, terutama paha depan atau kuadrisep. Posisi kettlebell yang dipegang di depan dada juga membantu menjaga tubuh tetap tegak selama melakukan squat.
Cara melakukannya:
Berdiri dengan kaki selebar pinggul sambil memegang kettlebell di depan dada menggunakan kedua tangan.
Kencangkan otot inti, dorong pinggul ke belakang, lalu tekuk lutut untuk menurunkan tubuh.
Turunkan pinggul hingga paha mendekati posisi sejajar dengan lantai, sesuai kemampuan.
Tahan sebentar, kemudian dorong telapak kaki ke lantai untuk kembali berdiri.
3. Kickstand Deadlift
Kickstand Deadlift dengan Kettlebell. (Foto: dok AI Generated)
Gerakan ini melatih bokong, pinggul, dan paha belakang dengan lebih menekankan satu sisi tubuh. Karena itu, kickstand deadlift dapat melatih keseimbangan sekaligus mengenali perbedaan kekuatan antara kaki kanan dan kiri.
4. Reverse Lunge
Reverse Lunge dengan Kettlebell. (Foto: dok AI Generated)
Reverse lunge merupakan variasi lunge dengan melangkahkan kaki ke belakang. Gerakan ini melatih kuadrisep, paha belakang, bokong, dan betis sekaligus menantang keseimbangan tubuh.
Dibandingkan lunge ke depan, variasi ini dapat memberikan tekanan lebih rendah pada sendi lutut dalam kondisi tertentu. Namun, kenyamanan setiap orang tetap bergantung pada kondisi dan teknik gerakannya.
Cara melakukannya:
Berdiri dengan kaki selebar bahu sambil memegang kettlebell di depan dada.
Langkahkan satu kaki ke belakang dan mendarat menggunakan bagian depan telapak kaki.
Tekuk kedua lutut hingga mendekati sudut 90 derajat, sesuai kemampuan.
Dorong tubuh kembali ke posisi berdiri.
Ulangi gerakan dengan kaki lainnya.
5. Glute Bridge
Latihan Glute Bridge di Rumah. (Foto: dok AI Generated)