“Ini kol 100 gram cuma 24 kalori. Aslinya sayurnya kan kayak gini, udah murah, sehat lagi. Tapi kalau digoreng kayak begini, kol goreng ini digorengnya pakai apa? Pakai minyak jelatah! Minyaknya udah hitam, butek lagi, dipakainya berulang-ulang,” ucapnya.
Penggunaan minyak goreng secara berulang hingga berwarna gelap dan keruh menghasilkan radikal bebas serta lemak jenuh berlebih. Proses ini merusak kandungan nutrisi alami kol yang sebenarnya bermanfaat bagi tubuh bahkan malah bisa memicu kanker.
“Padahal kol yang normal ini punya senyawa antikanker. Kalau dia digoreng, malah jadi pemicu kanker. Jadi, kalau kalian pengin makan yang murah, enak, dan sehat, ambil sayurnya yang mentah aja sebagai lalapan,” ujar Budi.
Dalam takarir unggahannya, ia pun mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk mulai beralih ke pola makan yang lebih sehat dengan mengkonsumsi kol dalam bentuk segar tanpa melalui proses penggorengan berlebih.
“Mulai sekarang, ubah kebiasaan buruk ini. Kalau mau makan enak, murah, dan tetap sehat, biasakan makan kolnya dalam keadaan mentah saja sebagai lalapan. Bagikan info ini dan tag teman nongkrong kalian biar kita semua bisa lepas dari kutukan kol goreng!” pungkasnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.