Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi di Bawah 6 Bulan Tak Boleh Konsumsi Makanan selain ASI dan Sufor, Ini Kata Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |22:05 WIB
Bayi di Bawah 6 Bulan Tak Boleh Konsumsi Makanan selain ASI dan Sufor, Ini Kata Dokter
Ilustrasi bayi di bawah 6 bulan harus konsumsi ASI atau sufor. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

“Kenapa sampe sekarang masi banyak yang percaya mitos ini? Soalnya sering ada yang bilang ‘Dulu kamu dikasih pisang/madu/telur juga sehat-sehat aja’. Kenyataannya: bayi yang selamat bukan bukti caranya aman. Banyak yang cuma beruntung, dan kasus buruknya jarang diceritakan. Ilmu semakin berkembang. Kalo dulu orang belum tau, sekarang kita yang tau resikonya jangan sampe lakuin kesalahan turun temurun yang berbahaya,” ungkapnya.

Terakhir, ia pun mengingatkan masyarakat agar berhenti mempercayai mitos tersebut. Ia pun mengungkapkan rasa sedihnya atas kabar yang menimpa seorang bayi yang meninggal akibat diduga diberi makan telur mentah. 

Meski demikian, dr. Leonirma menjelaskan bahwa ungkapan serta penjelasannya ini bukan untuk menyalahkan siapapun atau pihak manapun, namun supaya jadi pelajaran agar hal serupa tidak terulang lagi. 

“Stop percaya mitos kasih makanan apapun ke bayi baru lahir selain ASI (atau susu formula jika ada indikasi medis) supaya bayi sehat, kuat, gemuk dll. Patah hati banget rasanya baca kabar duka tentang bayi baru lahir yang meninggal karena dugaan disuapin telur mentah. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Aku nulis ini bukan untuk nyalahin siapapun, tapi supaya kejadian serupa ga terulang. Mohon luangin waktu sebentar untuk baca sampai habis,” pungkasnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement