“Makanan Pendamping ASI (MPASI) baru boleh diberikan secara bertahap waktu bayi genap berusia enam bulan. Soalnya di usia ini, refleks menelan makanan padat sudah siap dan tubuh mereka butuh nutrisi tambahan selain ASI atau susu formula,” jelas dr. Leonirma.
Namun, dalam kasus tertentu seperti gagal tumbuh, dokter bisa saja menyarankan MPASI lebih awal paling cepat usia empat bulan dengan catatan telah diperiksa dan dicari penyebabnya. Meski demikian ia menegaskan bahwa hal itu harus berdasarkan keputusan dokter dan bukan oleh keluarga
“Tapi pada kasus tertentu, misalnya gagal tumbuh (weight faltering), dokter anak bisa mempertimbangkan MPASI lebih awal, paling cepet usia 4 bulan, setelah bayi diperiksa dan penyebabnya dicari dulu. Sekali lagi, ini harus diputuskan oleh dokter, bukan keluarga. Jadi sama sekali bukan untuk bayi baru lahir,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Leonirma membeberkan bahwa jika bayi dibawah usia enam bulan terlanjur diberikan makanan selain ASI atau susu formula tanpa rekomendasi dokter maka bayi tersebut harus segera dibawa ke dokter.
Apalagi jika timbul gejala seperti demam tinggi di atas 38 derajat celcius atau badan dingin, lemas dan susah bangun, tidak mau menyusu, muntah dan diare, napas cepat bahkan sesak dan tersedak, kejang serta tangisan melemah dan sembelit.
Dokter Leonirma menilai, pemberian makanan selain ASI pada bayi baru lahir atau di bawah usia enam bulan hanyalah mitos belaka. Menurutnya, mitos tersebut masih ada hingga saat ini, karena klaim pengalaman turun temurun yang sering dianggap aman padahal di baliknya menyimpan bahaya.