Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rajin Minum Air Putih sampai Urine Jernih, Kok Masih Bisa Kena Batu Ginjal?

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |11:05 WIB
Rajin Minum Air Putih sampai Urine Jernih, Kok Masih Bisa Kena Batu Ginjal?
Ilustrasi minum air. (Foto: dok pvproductions/Magnific)
A
A
A

JAKARTA — Kebiasaan minum air putih dalam jumlah cukup hingga warna urine berubah jernih sering kali dianggap sebagai jaminan bahwa tubuh bebas dari masalah ginjal. Namun, kecukupan cairan saja ternyata tidak otomatis membebaskan seseorang dari risiko penumpukan asam urat maupun pembentukan batu ginjal.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun instagramnya menjelaskan bahwa konsumsi air putih yang melimpah hanya memengaruhi volume dan kekentalan urine, bukan tingkat keasamannya (pH). Padahal, tingkat keasaman urine memegang peranan kunci dalam menentukan apakah kristal asam urat dapat larut atau justru mengendap menjadi batu ginjal.

"Udah rajin banget minum air putih sampai kencing jernih, tapi masih bisa kebentuk batu ginjal dari asam urat. Kok bisa sih, gengs? Ada satu hal yang sering kelewat sekaligus cara cegahnya nih. Urine encer tuh cuma ngaruh ke jumlahnya. Yang nentuin larut apa enggaknya itu tingkat keasaman urinenya," ujar dr. Cecep, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, kondisi urine yang terlalu asam membuat asam urat sulit larut. Akibatnya, zat tersebut perlahan mengendap dan memicu pembentukan kristal yang menjadi cikal bakal batu ginjal. Salah satu pemicu utama meningkatnya keasaman urine adalah resistensi insulin, suatu kondisi ketika sel-sel tubuh mulai kurang responsif terhadap hormon insulin.

Gejala dan Pencegahan Resistensi Insulin 

Gejala awal resistensi insulin ini kerap tidak disadari, namun salah satu tanda fisiknya bisa terlihat dari perubahan bentuk tubuh, seperti lingkar perut yang membuncit.

"Kalau asam, dia susah larut. Ngendap, numpuk jadi kristal. Itu cikal bakal batu ginjalnya. Salah satu penyebab urinenya asam, resistensi insulin. Tubuh yang mulai kurang peka sama insulin, salah satu tandanya kelihatan dari perut yang mulai buncit," tuturnya.

Untuk menyeimbangkan tingkat keasaman urine, dr. Cecep menyarankan untuk tidak mengandalkan air putih murni saja, tetapi juga sesekali menambahkan asupan sitrat alami seperti perasan jeruk nipis atau lemon ke dalam minuman. Kandungan sitrat tersebut bekerja membantu mengubah sifat urine menjadi lebih basa, sehingga kristal asam urat lebih mudah larut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement